Islam adalah agama rahmat dan maslahat. Hal demikian sejalan dengan misi yang diemban oleh Rasulullah -shallallahu \’alaihi wasallam-, sebagaimana firman-Nya;
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ [الأنبياء : 107]
\”Dan tidaklah Kami mengutusmu wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.\”.
Maka diantara rahmat Allah adalah syari\’at yang menempatkan jiwa manusia sebagai sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh didzhalimi –terlebih- membunuhnya dengan tanpa sebab yang dibenarkan. Bahkan –meski- jiwa itu adalah milik orang-orang non muslim –sekalipun-. Olehnya itu, maka tindakan sebagian oknum menebar terror di tempat-tempat umum, -misalnya- dengan memasang bom; adalah hal yang tidak dibenarkan oleh akal sehat –terlebih- oleh agama yang mulia ini. Allah berfirman;
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ [الممتحنة : 8]
\”Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.\”. Rasulullah -shallallahu \’alaihi wasallam- bersabda;
خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
\”Pergaulihan manusia dengan akhlak yang baik.\”[1].
Link to downloade http://www.2shared.com/file/10504756/d3a4c3fa/Membom_Gereja.html
[1] HR. Ahmad, (36 / 381)