Islam dan Hakikat Kemenangan

Salah satu prinsip pokok yang wajib diyakini oleh setiap muslim bahwa kemenangan hakiki hanyalah mungkin diraih oleh seorang dengan berpegang teguh terhadap Islam. Kemenangan hakiki yang dimaksud adalah kemenangan abadi, yaitu ketika seorang telah masuk ke dalam surga dan selamat dari adzab Allah. Allah berfirman;

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ [التوبة : 72]

\”Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga \’Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.\”.

وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ [غافر : 9]

\”Orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka Sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar.\”.

Agama Islam adalah agama yang menjanjikan kemenangan abadi bagi orang-orang yang komitmen dengannya. Olehnya, Allah menyuruh setiap hamba untuk melaksanakan agama ini secara keseluruhan, karena –hanya- dengan demikianlah agama dapat berfungsi secara efektif dalam meningkatkan kualitas hidup seorang, menjadikan hidupnya lebih berarti, yang dengannya masuklah mereka menjadi finalis-finalis yang sukses dalam ajang perlombaan hakiki di dunia ini. Allah berfirman;

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا [الملك : 2]

\”Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.\”. Allah berfirman, memberitakan janji-Nya kepada para finalis tersebut;

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا (30) أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا [الكهف : 30 ، 31]

\”Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) secara baik. Mereka Itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga \’Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.\”.

Islam adalah agama menyeluruh, menyentuh seluruh ruas kehidupan; akidah, akhlak, ibadah dan mu’amalah. Hal ini disebabkan karena Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dalam pengertian yang menyeluruh, dan tidak saja terbatas pada pelaksanaan ibadah ritual saja. Apa inti dari perintah beribadah itu ? …. menciptakan generasi bertakwa. Inilah muara yang hendak dituju oleh seorang hamba dengan ibadah yang dilakukannya. Sedangkan \”takwa\” itu sendiri adalah sebuah sifat yang lekat pada diri seorang, yang melingkupi seluruh jenis kebaikan dari seluruh sendi-sendi kehidupan manusia, baik dalam hubungannya dengan Allah -ta\’ala- ataupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. Allah -ta\’ala- berfirman dalam surah adz-Dzaariaat; 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”. Dalam surah al-Baqarah, ayat 21, Allah -ta\’ala- berfirman;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”.

Islam adalah agama yang dijabarkan oleh Allah lewat al Quran, yang selanjutnya dijelaskan oleh  Rasulullah -shallallahu \’alaihi wasallam-. Barangsiapa berjalan diatasnya secara benar, niscaya ia akan mendapatkan ruh dan cahaya yang bersumber darinya. Barangsiapa yang mendapatkan ruh dan cahaya itu, niscaya mereka tidaklah akan sesat. Allah berfirman;

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (52) صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ أَلَا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الْأُمُورُ (53) [الشورى : 52 ، 53]

\”Dan Demikianlah kami wahyukan kepadamu ruh (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.  (yaitu) Jalan Allah yang Kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.\”. Rasulullah -shallallahu \’alaihi wasallam- bersabda;

السنن الكبرى للبيهقي. ط المعارف بالهند – (10 / 114)

إِنِّى قَدْ خَلَّفْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا مَا أَخَذْتُمْ بِهِمَا أَوْ عَمِلْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِى

\”Sesungguhnya telah aku tinggalkan bagi kalian sesuatu yang tidaklah kalian akan sesat dengan mengamalkannya, yaitu al Quran dan sunnahku.\”.

Intinya, seorang yang beragama secara benar, akanlah dituntun oleh Allah menjadi yang terbaik. Allah berfirman;

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا [الإسراء : 9]

\”Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu\’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.\”.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [البقرة : 282]

\”Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.\”. Rasulullah -shallallahu \’alaihi wasallam- bersabda;

مسند أحمد – (4 / 487)

احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

\”Jagalah Allah, niscaya Ia akan menjagamu.\”.

Semoga Allah senantiasa menuntun kaum muslimin kepada

Jalan yang terbaik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Kegiatan Perkuliahan
3 Maret 2026

Silakan menyimak lanjutan penjelasan mengenai “Dunia Islam di Masa Keemasan” melalui tautan YouTube ini.

Setelah menyimak materi tersebut, lakukan analisis dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab kebangkitan dunia Islam pada tiga masa keemasan tersebut?
  2. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dunia Islam pada masing-masing masa tersebut?

Untuk mempertajam analisis, silakan membaca kembali materi perkuliahan sebelumnya sebagai bahan pendukung.

Tuliskan hasil analisis Anda pada kolom komentar YouTube dari video yang telah disimak!
Jangan lupa mencantumkan inisial nama di bagian akhir komentar.