Diantara tanda kiamat adalah munculnya orang-orang bodoh yang ditokohkan dan dijadikan rujukan dalam beragama. Rasulullah -shallallahu \’alaihi wasallam- bersabda;
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
\”Sesungguhnya Allah tidaklah mengambil ilmu dari dada para hambanya dengan mencabut dan menariknya. Tetapi Ia mengambilnya dengan mewafatkan para ulama. Maka ketika Allah tidak lagi menyisakan satupun dari mereka, manusia pun –lantas- mengangkat orang-orang bodoh dikalangan mereka sebagai pemimpin (tokoh-tokoh agamanya); mereka bertanya kepada para pemimpin itu, kemudian mereka berfatwa sesat dan menyesatkan.\” .
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
\”Diantara tanda-tanda kiamat adalah dilenyapkannya ilmu (agama) dan merebak serta mengakarnya kebodohan, khamar dan zina –pun telah dilegalkan.\” .
Olehnya, wajiblah bagi setiap muslim untuk bersikap selektif terhadap informasi yang sampai kepadanya berkenaan dengan hukum-hukum agama. Hendaknya ia memperhatikan sumber pengambilan informasi tersebut. Bila sumbernya berasal dari al Quran, sunnah, penjelasan para sahabat, taabi\’ien, at baaut taabi\’ien dan para ulama yang komitmen dengan aturan beragama para pendahulunya dari ulama salaf; maka itulah informasi yang valid. Namun jika informasi itu tidak berasal dari mereka atau –bahkan- berasal dari orang-orang yang tidak memiliki kapabelitas sebagai ulama, maka hendaklah ia berhati-hati terhadap fatwa-fatwa yang menyesatkan. Wallahu al musta\’aan wa \’alaihi at tuklaan.