Selanjutnya, ciri ketiga dari orang bertakwa adalah:
وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ [البقرة : 3]
“(yaitu) mereka yang menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka.”. (al Baqarah;3)
Beberapa Faidah:
1. Membelanjakan sebagian rezki Allah di jalan-Nya adalah ciri orang-orang beriman, baik pembelajaan yang sifatnya wajib ataupun pembelanjaan yang sifatnya sunnah.
2. Kemudahan Islam
3. Pesan untuk tidak bersikap bakhil
4. Pesan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.
Penjelasan
1. Membelanjakan sebagian rezki Allah di jalan-Nya adalah ciri orang-orang beriman, baik pembelajaan yang sifatnya wajib ataupun pembelanjaan yang sifatnya sunnah.
Diantara ciri orang beriman adalah mengeluarkan sebagian rezki yang telah Allah karuniakan kepada mereka. Menafkahkan rezki itu sendiri terbagi menjadi dua klasifikasi, yaitu;
a. Menafkahkan rezki yang sifatnya wajib, contohnya; mengeluarkan zakat bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat wajibnya, menafkahi orang-orang yang berada dalam tanggungan, dll.
b. Menafkahkan rezki yang sifatnya sunnah, contohnya; memberi infak, sedekah, dll.
2. Kemudahan Islam
Salah satu bentuk kemudahan Islam bahwa agama ini tidaklah mewjibkan manusia untuk mengeluarkan seluruh hartanya untuk dibelanjakan di jalan Allah. Hanyalah yang disyari’atkan bagi mereka adalah mengeluarkan sebagian dari harta tersebut untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberimanan seseorang kepada Allah.
3. Pesan untuk tidak bersikap bakhil
Harta yang dimiliki oleh seorang, semata adalah karunia Allah. Olehnya, amat bakhillah seorang yang enggan untuk mengeluarkan sebahagian kecil dari harta yang dimilikinya itu untuk dibelanjakan di jalan Zat yang telah mengaruniakannya harta tersebut.
4. Pesan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.
Dalam al Quran, sering Allah menggabungkan antara perintah melakukan shalat dan perintah untuk berinfak. Diantara hikmahnya –wallahu a’lam- adalah bahwa shalat merupakan simbol keharmonisan hubungan yang terjalain antara Allah dan hamba-Nya, sedangkan infak adalah simbol dari sikap ihsan seseorang kepada sesamanya. Maka kedua unsur inilah –ikhlas dan ihsan- yang merupakan kunci kebahagiaan hamba di dunia dan di akhirat. Olehnya, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk memperbaiki jalinan hubungannya dengan keduanya.