al Baqarah; 3 (bag.2)

Diantara karakter yang dimiliki oleh orang-orang bertakwa adalah;

وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ [البقرة/3]

yang mendirikan shalat,

Beberapa Faidah

1. Defenisi Shalat

2. Korelasi antara defenisi shalat secara bahasa dan defenisinya secara istilah

3. Perintah berkenaan dengan shalat adalah mendirikannya, dan bukan sekedar melaksanakannya.

Penjelasan

1. Defenisi Shalat

Shalat menurut bahasa \’Arab berarti: doa. Adapun menurut istilah syara\’ ialah suatu jenis ibadah kepada Allah yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam. Rasulullah shallallahu \’alaihi wa sallam bersabda tentang shalat;

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيم

\”Kunci shalat itu adalah bersuci, pengharamannya adalah takbir dan penghalalannya adalah salam.\”[1]. Maksudnya adalah syarat sahnya shalat itu adalah bersuci. Awal shalat yang ketika itu diharamkan bagi seseorang untuk melakukan apapun aktifitas melainkan gerakan shalat adalah takbir. Dan shalat itu diakhiri dengan salam yang dengannya halal bagi seorang untuk kembali melakukan aktifitas selain aktifitas shalat.

2. Korelasi antara defenisi shalat secara bahasa dan defenisinya secara istilah

Ibadah ini dinamakan shalat, yang secara bahasa berarti doa –wallahu a\’lam- karena doa adalah merupakan satu bagian terpenting didalamnya. Tidak satupun dari gerakan shalat, melainkan padanya ada doa;

  1. Ketika berdiri ada doa

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

\”Ya Allah, jauhkanlah antaraku dan antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan, sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari kotoran yang melekat. Ya Allah, cucilah segala kesalahanku dengan air, salju dan embun.\”[2].

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  [الفاتحة/6]

\”Tunjukilah kami jalan yang lurus.\”. (al Faatihah; 6)

  1. Ketika ruku ada doa

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

\”Ya Allah, maha suci Engkau dengan segala pujian hanya bagi-Mu. Ya Allah ampunilah aku.\”[3].

  1. Ketika berdiri setelah ruku ada doa

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَه, رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

\”Allah maha mendengar orang-orang yang memuji-Nya. Ya Allah (terimalah amalan kami ini) dan bagi-Mulah segala pujian.\”[4].

  1. Ketika sujud ada doa

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

\”Ya Allah, maha suci Engkau dengan segala pujian hanya bagi-Mu. Ya Allah ampunilah aku.\”[5]. Rasulullah ––shallallahu \’alaihi wasallam- bersabda;

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

\”Sedekat-dekatnya keadaan antara seorang dengan Allah yaitu ketika ia tengah sujud, maka perbanyaklah doa –ketika itu-.\”[6].

  1. Ketika duduk ada doa

رَبِّ اغْفِرْ لِى رَبِّ اغْفِرْ لِى

\”Ya Allah ampunilah aku, ampunilah aku.\”[7].

السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِين

\”Semoga keselamatan, rahmat dan berkah Allah senantiasa terlimpah kepadamu wahai Nabi ––shallallahu \’alaihi wasallam-. Semoga keselamatan ssenantiasa terlimpah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang shaleh.\”[8].

  1. Ketika salam mengakhiri shalat, pun ada doa

3. Perintah berkenaan dengan shalat adalah mendirikannya, dan bukan sekedar melaksanakannya.

Dalam ayat ini, Allah ta\’ala memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat, dan bukan sekedar melaksanakannya. Adapun maksud dari mendirikan shalat adalah melaksanakannya secara ikhlas, khusyu’, memahami bacaan-bacaan shalat dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu \’alaihi wasallam, baik pada hal yang berkenaan dengan syarat-syaratnya, rukun, wajib dan sunnah-sunnahynya. Demikianlah shalat yang akan membuahkan hasil sebagaimana firman-Nya;

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ [العنكبوت : 45]

“Dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.”. (al Ankabuut; 45)


[1] HR. Abu Daud, no. 61

[2] HR. Bukhari, no. 744

[3] HR. Bukhari, no. 794

[4] HR. Bukhari, no. 735

[5] HR. Bukhari, no. 794

[6] HR. Muslim, no. 1111

[7] HR. Abu Daud, no. 874

[8] HR. Bukhari, no. 831

1 thought on “al Baqarah; 3 (bag.2)”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Kegiatan Perkuliahan
3 Maret 2026

Silakan menyimak lanjutan penjelasan mengenai “Dunia Islam di Masa Keemasan” melalui tautan YouTube ini.

Setelah menyimak materi tersebut, lakukan analisis dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab kebangkitan dunia Islam pada tiga masa keemasan tersebut?
  2. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dunia Islam pada masing-masing masa tersebut?

Untuk mempertajam analisis, silakan membaca kembali materi perkuliahan sebelumnya sebagai bahan pendukung.

Tuliskan hasil analisis Anda pada kolom komentar YouTube dari video yang telah disimak!
Jangan lupa mencantumkan inisial nama di bagian akhir komentar.