File Untuk Downloade, klik http://www.scribd.com/doc/19090600/albaqarah1?secret_password=b23bxderb0sr483cz0r
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
الم
Alif laam miin.
Beberapa Faidah
1. Huruuf \” al huruuf al muqattha\’ah \”.
2. Pengertian dan Penafsiran \” al huruuf al muqattha\’ah \” dalam al Quran.
Penjelasan
1. Huruuf \” al huruuf al muqattha\’ah \”.
Ayat ini dan ayat-ayat yang semisal dengannya adalah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad, dan yang semisalnya. Ayat ini dan yang semisalnya, oleh para ulama dinamakan dengan istilah \” al huruuf al muqattha\’ah \”.
2. Pengertian dan Penafsiran \” al huruuf al muqattha\’ah \” dalam al Quran.
Tentang pengertiannya, maka diantara ahli tafsir ada yang menyerahkannya kepada Allah, karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat (ayat-ayat yang samar pengertiannya oleh manusia). Namun tidaklah hal ini berarti bahwa mereka menafikan keberadaan makna ayat tersebut, karena bila demikian maka –berarti- Allah ta\’ala telah menurunkan sesuatu yang sia-sia (tanpa makna), dan sungguh Allah ta\’ala adalah Zat yang maha suci dari perbuatan yang sia-sia, dan sungguh para ulama kita –rahimahumullah- sangat jauh dari mempersangkakan hal itu bagi Allah.
Selain itu, ada pula yang menafsirkannya:
v Diantara mereka ada yang memandangnya sebagai nama surat.
v Ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu.
v Dan ada pula yang menyatakan bahwa ayat-ayat semacam ini adalah merupakan tantangan dari Allah kepada orang-orang kafir pada masa itu –hingga sekarang- untuk mendatangkan sebuah kitab yang sama dengan al Quran. Seakan –wallahu a\’lam- dengan ayat ini –dan yang semisalnya- Allah ta\’ala ingin berkata kepada mereka; wahai orang-orang Qurays, wahai orang-orang yang tersohor dengan keahliannya dalam merangkai syair-syair indah, jika memang benar persangkaan kalian bahwa al Quran itu adalah buatan Muhammad ––shallallahu \’alaihi wasallam-, maka buatlah kitab yang serupa dengannya, -juga- dengan menggunakan bahasa yang tersusun dari huruf-huruf yang kalian gunakan untuk merangkai syair-syair kalian.
Demikian beberapa penafsiran dari ayat-ayat tersebut, dan –wallahu a\’lam- yang lebih tepat adalah penafsiran terakhir yang menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut adalah tantangan bagi manusia untuk membuat sebuah kitab yang serupa dengan al Quran untuk membuktikan kebenaran persangkaan mereka bahwa al Quran adalah kitab buatan Muhammad –shallallahu \’alaihi wasallam-. Membuktikan hal ini bahwa setiap kali Allah ta\’ala menyebutkan ayat-ayat tersebut, maka Allah ta\’ala mengiringinya dengan ayat-ayat yang berisi penegasan akan keotentikan al Quran sebagai kitab suci dari Allah ta\’ala. Beberapa contoh dari ayat-ayat tersebut adalah;
الم (1) اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (2) نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ (3) مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَام [آل عمران/1-4]
“Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan Kitab yang Telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).”. (Ali Imraan; 1-4)
المص (1) كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ [الأعراف/1، 2]
“Alif laam mim shaad. Ini adalah sebuah Kitab yang diturunkan kepadamu, Maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan Kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.”. (al A’raaf; 1-2)
الر تِلْكَ آَيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (1) أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آَمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ مُبِي [يونس/1، 2]
“Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah. Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: \”Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang Tinggi di sisi Tuhan mereka ?\”. Orang-orang kafir berkata: \”Sesungguhnya orang Ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.”.