عَنْ أبى هريرة رَضىَ اللَه عَنْهُ: أن رَسُولَ الله صلى الله عَلَيْهِ وَسَلمَ قَالَ: \” إذَا تَوَضَّأ أحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أنْفِهِ مَاءً ثم ليَسْتَنْثِرْ وَمَن اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ.
\”Dari Abi Hurairah -radhiyallahu \’anhu-, bahwa Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- bersabda; \”Apabila salah seorang dari kalian berwudhu, maka hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidungnya (istinsyaq) kemudian mengeluarkannya kembali (istintsaar).\”.
Pelajaran Penting
Kewajiban beristinsyaaq dan berkumur-kumur ketika wudhu. Perkara wajibnya beristinsyaq dan berkumur-kumur ketika wudhu adalah masalah yang diperdebatkan oleh para ulama. Namun pendapat yang lebih tepat insya Allah adalah pendapat yang menyatakannya wajib. Diantara dalilnya adalah;
1. Makna tekstual dari perintah yang disebutkan oleh Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- dalam hadits ini, yaitu;
( فليجعل في أنفه ماء . . . )
\”Maka hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidungnya (ketika berwudhu).\”. Hadits ini berisi perintah dan asal perintah itu adalah wajib.
2. Hadits Luqaith bin Shaburah -radhiyallahu \’anhu-, bahwa Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- bersabda;
(اسبغ الوضوء وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائماً وإذا توضأت فمضمض). رواه أبو داود.
\”Sempurnakanlah wudhu dan bersungguh-sunggulah dalam memasukkan air ke dalam hidung (ketika berwudhu) kecuali jika engkau berada dalam keadaan puasa. Dan bilamana engkau berwudhu, maka berkumur-kumurlah.\”. (HR. Abu Daud). Dalam hadits ini disebutkan larangan memasukkan air ke dalam hidung terlalu dalam bagi orang yang berwudhu tatkanla puasa karena adanya kekhawatiran akan merusak puasanya itu. Maka seandainya beristinsyaq itu adalah sunnah, maka tentu melarangnya bagi orang yang berpuasa adalah lebih utama, mengingat adanya kekhawatiran yang disebutkan. Di dalam hadits ini –juga- disebutkan perintah untuk berkumur-kumur ketika berwudhu, dan asal dari perintah –sebagaimana yang telah disebutkan- adalah wajib.
3. Perintah Allah dalam al Quran untuk mencuci wajah ketika berwudhu, sedangkan hidung dan mulut masuk dalam kategori wajah. Olehnya itu, maka berkumur-lumur dan beristinsyaaq pun adalah wajib. Allah berfirman;
{ . . . وإذا قمتم إلى الصلاة فاغسلوا وجوهكم . . . }
\”Apabila engkau akan melaksanakan shalat, maka cucilah wajah-wajah kalian.\”.
kalau masa puasa , perlu lagi kah berkumur kalau nak ambil wuduk ? tolong beri jawapan ,pleaseeeeeee :/
berkumur-kumur & memasukkn air ke hidung ketika wudhu tetap diprintahkn bagi yg shaum (puasa), tapi tdk boleh memasukkan air ke dalam hidung sedalam ketika seorg yg tdk shaum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Dan bersungguh-sungguhlah dalalm beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), kecuali jika engkau berpuasa.”, maksudnya tetap wajib beristinsyaq, tetapi tidak terlalu dalam memasukkan air ke dalam hidung.
assalamualaikum.. mohon penjelasannya..
gimana hukumnya tidak berkumur2 ketika berwudhu dikarenakan kita merasa air yang ada dalam bak mandi tidak begitu bersih. sebagaimana kita tahu pada masa sekarang masyarakat pada umumnya telah memakai air dari sumur bor yang kejernihannya boleh dikatakan kurang bagus dan bahkan kadang berminyak..
terimakasih byk sebelumnya..
wassalam
wa alaikum salam, selama air tersebut sah digunakan untuk berwudhu, maka berkumur-kumur dan beristinsyaq adalah wajib, dan in sya Allah tidak akan membahayakan kesehatan. wallahu a’lam bisshawaab dan maaf baru berkesempatan menjawab