الْحَمْدُ لله
\” المَدْحُ لله\” dan \” الْشُّكْرُ لله\”
Kata “al hamdu” (الْحَمْدُ) secara bahasa memiliki makna yang hampir serupa dengan makna kata “as syukr” (الْشُّكْرُ) dan “al madh” (المَدْحُ). Namun ketiganya memiliki keumuman dan kekhususan tersendiri yang membedakannya dari yang lainnya. Penjelasannya sebagai berikut;
- Kata “al madh” memiliki makna yang lebih umum dari kata “al hamd” karena kata “al madh” mencakup pujian yang diberikan kepada yang berakal dan yang tidak berakal akan kebaikannya. Olehnya benar jika dikatakan;
مدح الابن أباه لإحسانه
“Anak itu memuji ayahnya karena kebaikannya.”
مدح الرجل كتابة أبيه لحسنها وجمالها
“Laki-laki itu memuji tulisan ayahnya karena bagus dan indahnya.”.
Adapun pujian yang diperuntukkan dari kata “al madh” , maka hanyalah ditujukan kepada yang berakal atas kebaikannya.
- Kata “al hamd” memiliki makna yang lebih umum dari kata “as syukr” karena kata “al hamd” mencakup pujian yang diberikan kepada pihak yang telah berbuat kebaikan; baik kepadanya atau kepada yang selainnya. Adapun pujian yang terkandung dari kata “as syukr”, maka hanyalah diperuntukkan kepada pihak yang telah berbuat baik kepadanya dan bukan kepada yang lainnya.
Olehnya itu, tahulah kita mengapa Allah mengibaratkan firman-Nya dengan perkataan-Nya;
الحمد لله
“Segala puji hanya teruntuk bagi Allah atas segala limpahan nikmat-Nya; baik yang tertuju secara langsung kepadanya ataupun kepada yang selainnya”. Bukan dengan pernyataan seorang;
المدح لله
“Pujian yang ditujukan tidak hanya kepada yang berakal. Namun ditujukan pula kepada yang tidak berakal.”. Dan bukan pula dengan pernyataan seorang;
الشكر لله
“Pujian yang hanya ditujukan kepada pihak yang telah berbuat baik kepadanya dan bukan kepada yang selainnya.”.
Wallahu a\’lam bisshawaab