Apakah syirik kecil lebih besar tingkatan dosanya daripada dosa besar ?

Syirik terbagi menjadi dua kategori;

1) Syirik besar, tidak akan diampuni oleh Allah hingga ia bertaubat dan jika ia meninggal dalam kesyirikan jenis ini, maka ia akan masuk dan kekal di dalam neraka.

2) Syirik kecil, adalah satu diantara jenis dosa yang lebih ringan dari dosa syirik akbar. Dosa jenis ini, mungkin saja diampuni oleh-Nya dengan keluasan rahmat dan karunia-Nya.

Tentang keduanya, Allah berfirman;

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (besar), dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik besar) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”. (an-Nisaa’; 48), maksudnya termasuk syirik kecil dan dosa-dosa selain syirik besar.

Jika demikian, adakah sama besaran dosa antara syirik kecil dan dosa besar ?. Jawabannya bahwa besaran dosanya bertingkat-tingkat. Diantara dosa besar ada yang lebih berat timbangan kejahatan-Nya di sisi Allah daripada syirik kecil, dan diantaranya pula ada yang sebaliknya. Contoh; bersumpah dengan menggunakan nama makhluk adalah satu diantara jenis syirik kecil yang lebih berat timbangan kejahatannya daripada bersumpah palsu atas nama Allah[1]. Dan bersumpah palsu atas nama Allah adalah jenis dosa besar yang lebih berat timbangan kejahatannya[2] daripada mengatakan “Jika Engkau ya Allah dan si Fulan berkehendak, maka akan demikian dan demikian”[3].

Namun terlepas dari pengelompokan jenis dosa yang telah disebutkan dan besaran tingkat kejahatannya di sisi Allah, hal yang pasti bahwa semuanya adalah bentuk pelanggaran kepada yang Maha agung. Dan cukuplah –sewajarnya- menjadikan seorang takut, ketika ia melanggar perintah yang Maha agung dan Maha besar. (Lihat “Ijaabaatu as Syaikh Abdul Rahman al Barraak ‘ala Asilati A’dhaai Multaqa ahli al Hadits”, hal. 2-3)


[1]. Ibnu Mas’ud –radhiyallahu ‘anhu- berkata;

لأنْ أحلف بالله كاذبا أحب إليّ من أن أحلف بغيره صادقا

“Jika seandaninya saya bersumpah palsu dengan nama Allah, sungguh hal itu bagiku lebih saya senangi daripada bersumpah akan sebuah perkara benar dengan menggunakan nama selain Allah.”.

[2] Allah berfirman;

{إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ} [آل عمران: 77]

\”Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan (menggampangkan serta mempermainkan) sumpah-sumpah mereka (kepada Allah) dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

[3] Diawalnya, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah melarang seorang yang mengatakan “jika Allah dan si Fulan berkehendak, niscaya akan demikian dan demikian” hingga seorang sahabat bernama Thufail bin Sakhbarah –radhiyallahu ‘anhu- bermimpi bertemu dengan dua orang ulama ahli kitab dari Yahudi dan Nashrani. Keduanya berkata;

أَنْتُمْ الْقَوْمُ لَوْلَا أَنَّكُمْ تَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشَاءَ مُحَمَّد

“Kalian adalah benar-benar sebuah kaum (yang kuat) jika saja kalian tidak mengatakan; jika Allah dan Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkehendak.”. Lantas sahabat ini pun mengabari Rasulullah akan mimpinya, dan barulah –setelah itu- Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarang mereka mengatakan demikian, dan menyuruhnya untuk berkata;

ما شاء الله ثم شاء محمد

“Jika Allah menghendaki kemudian Rasul-nya.”. (HR. Ahmad (34/296), dan Ibnu Majah (1/685))

3 thoughts on “Apakah syirik kecil lebih besar tingkatan dosanya daripada dosa besar ?”

  1. dosa-dosa selain syirik besar (termasuk syirik kecil) akan sangat berbahaya jika dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan, karena itu bisa membuat kita menjadi orang yang “fasik”. so… jauhi tu semua dosa.
    salam..
    linknya bagus. tukeran donk… mohon izin untuk saya taruh di link saya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Kegiatan Perkuliahan
3 Maret 2026

Silakan menyimak lanjutan penjelasan mengenai “Dunia Islam di Masa Keemasan” melalui tautan YouTube ini.

Setelah menyimak materi tersebut, lakukan analisis dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab kebangkitan dunia Islam pada tiga masa keemasan tersebut?
  2. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dunia Islam pada masing-masing masa tersebut?

Untuk mempertajam analisis, silakan membaca kembali materi perkuliahan sebelumnya sebagai bahan pendukung.

Tuliskan hasil analisis Anda pada kolom komentar YouTube dari video yang telah disimak!
Jangan lupa mencantumkan inisial nama di bagian akhir komentar.