Tanpa terasa hari demi hari terus bergulir seiring dengan perjalanan zaman. Dan kini, kita pun telah diantar hingga ke penghujung bulan Sya\’ban. Sebentar lagi, kita kan memasuki gerbang Ramadhan yang menjanjikan setumpuk harapan bagi mereka yang merindukannya.
Bagi mereka yang merindukannya;
- Bulan Ramadhan adalah sarana untuk kembali memuhasabah diri, sejauh mana keberhasilannya dalam melakukan amalan shaleh pada 11 bulan sebelumnya.
- Bulan Ramadhan adalah sarana untuk kembali me-refresh dan membekali diri dengan iman dan takwa agar kembali bisa melangkah dan berjuang melawan segala tantangan hidup pada 11 bulan setelahnya.
- Bulan Ramadhan adalah sarana untuk melebur dosa dan mendulang pahala serta rahmat dan karunia-Nya.
- Bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi setiap kita untuk mengkapling sebuah tempat di dalam surga dan meraih pembebasan dari pedihnya siksa neraka.
Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- bersabda;
أتاكم رمضان شهر مبارك فرض الله عز و جل عليكم صيامه تفتح فيه أبواب السماء وتغلق فيه أبواب الجحيم وتغل فيه مردة الشياطين
\”Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah datang menaungi kalian. Allah ta\’ala wajibkan bagi kalian berpuasa di bulan tersebut. Pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka; ditutup pintu-pintu neraka; dan para pembesar syaithan-pun dibelenggu.\”. (HR. an Nasaai)
إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لِكُلِّ عَبْدٍ مِنْهُمْ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَة
\”Sesungguhnya Allah ta\’ala -di bulan Ramadhan- mempunyai orang-orang yang akan Ia bebaskan dari api neraka pada setiap siang dan malam hari. Pada bulan itu, setiap muslim memiliki do\’a yang akan dijawab pada setiap siang dan malam hari.\”. (HR. Ahmad).
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
\”Barangsiapa berpuasa Ramadhan, dengan segenap iman dan harapan; niscaya akan diampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu.\”. (HR. Bukhari)
Mereka yang merindukannya …
Bulan Ramadhan adalah tamu agung dan sangat dinanti oleh seluruh kaum muslimin di seluruh belahan dunia. Merupakan hal yang sangat wajar bagi seorang yang akan kedatangan tamu agung untuk bergegas mempersiapkan diri menyambut kedatangannya. Maka demikianlah keadaan orang-orang beriman; rasa rindu untuk kembali berjumpa dengan Ramadhan, -tentu- menjadikan mereka –jauh-jauh hari- telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangannya.
Diantara persiapan itu adalah kembali membuka lembaran-lembaran pena para ulama tentang hukum-hukum berkenaan dengan Ramadhan. Menikmati setiap uraian, penjelasan dan untaian nasehat mereka dalam menghadapi tamu agung tersebut.
Diantara persiapan itu adalah berpuasa di bulan sya\’ban, yang mungkin diibaratkan sebagai \”geladi kotor\” sebelum pelaksanaan Ramadhan agar dalam pelaksanaannya dapat lebih sempurna dan maksimal.
Diantara persiapan itu adalah dengan mulai menghitung hari dan melihat hilal pada malam ke-30 di bulan Sya’ban. Hal demikian, tentu merupakan satu diantara perwujudan kesungguhan seseorang dalam menyambut Ramadhan. Ibnu Umar –radhiyallahu ’anhuma- berkata;
تَرَاءَى النَّاسُ الْهِلاَلَ فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنِّى رَأَيْتُهُ فَصَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ
“Orang-orang bersungguh-sungguh mengamati munculnya hilal bulan Ramadhan. (Ketika telah melihatnya), saya pun mengabari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa saya telah melihatnya. Mengetahui hal itu, Beliaupun berpuasa dan memerintahkan manusia untuk memulai puasanya.”. (HR. Abu Daud)
Diantara bentuk kegembiraan menyambut bulan Ramadhan yaitu dengan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman akan kedatangannya. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah -shallallahu \’alaihi wasallam- ketika Ramadhan telah datang, maka Beliau berkata kepada para sahabtnya;
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Ramadhan telah datang menghampirimu. Allah mewajibkan kalian berpuasa di bulan itu. Pintu-pintu langit akan dibuka ketika itu, pintu-pintu neraka akan ditutup, dan para pembesar syaithan akan dibelenggu. Di bulan itu, terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan kebaikannya, sungguh ia telah diharamkan (dari kebaikan yang melimpah).”. (HR an-Nasaa’i)
Jangan kotori Ramadhan …
Ramadhan adalah bulan mulia. Didalamnya Allah berjanji akan membelenggu para pembesar syaithan, hingga mereka tidak akan leluasa menggoda manusia seleluasa mereka di bulan-bulan yang lainnya. Namun pun demikian, tidak berarti bahwa hari-hari itu adalah hari-hari aman bagi setiap orang. Tidak demikian … bahkan setiap saat syaithan tidak lepas untuk menebar jaring-jaringnya guna menggelincirkan manusia dari fitrahnya. Berbagai jenis acara pun ditawarkan … mulai dari acara hura-hura sebelum Ramadhan, tayangan spesial Ramadhan, gosip spesial Ramadhan, tayangan spesial sahur, tayangan spesial menanti berbuka puasa, jalan-jalan subuh mengotori hati dan mata, tarwih keliling bersama si Dia, begadang malam, dan diakhiri dengan tidur bareng hingga menjelang Dzhuhur wal \’iyaadzu billah …
Tawaran spesial dari Allah …
Bagi mereka yang merindukan Ramadhan, Allah pun menawarkan bagi mereka berbagai agenda menarik, bermanfaat dan penuh keberkahan. Diantaranya; memperbanyak sedekah, membaca dan mempelajari al-Quran, melaksanakan shalat Tarwih bersama imam, i’tikaaf, memperbanayak doa, melaksanakan umrah bagi yang mampu, dan berbagai amalan shaleh lainnya.
Lantas tawaran manakah yang akan anda penuhi ?!! , tawaran spesial dari Allah ini atau tawaran syaithan yang telah disebutkan sebuelumnya ?!. Pilihannya –tentu- ada ditangan anda. Tetapi ingat, Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- pernah berdoa, yang lantas diaminkan oleh Jibril \’alaihissalam;
شَقي عَبدٌ أَدركَ رمضانَ فانسَلخَ مِنهُ ولَم يُغفَر لَه
\”Semoga kecelakaan menimpa seorang yang telah lepas Ramadhan, lantas dosa-dosanya belum terampuni.\”. (HR. Bukhari)