بسم الله الرحمن الرحيم
الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2)
Pelajaran
• Al Quran adalah benar-benar kitab yang sempurna
• Ia adalah kitab yang tiada dikotori oleh sedikitpun keraguan.
• Ia adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman.
Catatan
Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa;
1. “ذَلِكَ” adalah mubtada’ dan “الْكِتَابُ” adalah khabar. Hal demikian menunjukkan bahwa al Quran adalah kitab yang maha agung dan sempurna, sama dengan pernyataan seseorang “هو الرجل”; mubtada’ dan khabar, keduanya disebutkan dalam bentuk ma’rifah, yang bermakna “Dia betul-betul seorang lelaki yang sempurna”.
2. “لَا رَيْبَ فِيهِ” adalah khabar dari mubtada’ yang mahdzhuuf, takdirnya adalah “هو”. Demikian halnya dengan “هُدًى لِلْمُتَّقِينَ”.
3. Ada juga yang berpendapat bahwa “لَا رَيْبَ فِيهِ” dan
“هُدًى لِلْمُتَّقِينَ”; masing-masing adalah kalimat yang berfungsi sebagai khabar dari “ذَلِكَ”, sama dengan fungsi kata “الْكِتَابُ”. Dan lain-lain pernyataan ulama.
Diantara sifat orang-orang bertakwa adalah;
{الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ} [البقرة: 3]
Pelajaran
• Beriman kepada perkara ghaib adalah satu diantara sifat orang-orang beriman.
• Kualitas iman berbanding lurus dengan tingkat keberimanan seorang kepada perkara ghaib.
• Diantara keutamaan orang-orang yang beriman terhadap perkara ghaib adalah; Riwayat Abu Abu Jum’ah –radhiyallahu ‘anhu-;
تَغَدَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَدٌ خَيْرٌ مِنَّا أَسْلَمْنَا مَعَكَ وَجَاهَدْنَا مَعَكَ قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ يَكُونُونَ مِنْ بَعْدِكُمْ يُؤْمِنُونَ بِي وَلَمْ يَرَوْنِي -مسند أحمد [28 /184]
“Pernah kami makan siang bersama Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, dan ikut pula bersama kami Abu Ubaidah bin al Jarraah. Beliau berkata; wahai Rasulullah, adakah orang yang lebih baik dari kami ?. Kami berislam dan berjihad bersamamu. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda; ya. Mereka itu adalah orang-orang yang datang setelah kalian, mereka beriman kepadaku sedang mereka belum dan tidak pernah melihatku.”. (HR. Ahmad)