Seorang yang beramal atau bekerja tentu menginginkan hasil dari amalan atau pekerjaannya itu. Tetapi bagaimanakah kiranya, jika ada seorang yang beramal atau bekerja lantas hasil kerjaan dan amalannya itu dibuang dan dimentahkan dihadapannya ?!. Tentu kita semua tidak menginginkan hal itu terjadi pada diri dan amalan atau usaha-usaha kita.
Berkenaan dengan amalan-amalan shaleh yang dikerjakan oleh seorang hamba untuk mendapatkan pahala dari Allah, ada dua golongan manusia yang akan dimentahkan oleh Allah amalannya itu dihadapannya. Tidak itu saja, bahkan Allah –justru- akan mengganjarnya dengan hukuman yang keras karena perbuatannya itu. Siapa kedua golongan itu ?
1. Orang yang melakukan syirik
dengan amalan shaleh yang diperbuatnya.
Disebutkan dalam riwayat Muslim (6/47) sebuah hadits, bahwa Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- bersabda; kelak di hari kiamat akan ada tiga golongan yang paling pertama dilempar ke dalam api neraka. Ketiga golongan itu adalah;
- Seorang yang meninggal di medan jihad.
- Seorang yang menuntut ilmu agama, menuntut ilmu al Quran, membaca dan mengajarkannya.
- Seorang yang sangat gemar berinfak.
Ketika itu, masing-masing dari ketiganya dihadapkan kepada Allah dan diperlihatkan seluruh nikmat yang kiranya akan mereka peroleh dari amalan shaleh yang telah mereka lakukan dan usahakan. Namun, seketika itu juga Allah –Dzat yang maha tahu segala yang tersembunyi- bertanya kepada mereka; \”Untuk apa kalian melakukan amalan-amalan shaleh itu ?\”. Masing-masing dari ketiganya berkata; \”Kami melakukannya semata untuk-Mu, ya Allah.\”. Lantas Allah berkata, mementahkan kebohongan hati-hati mereka; \”Kalian telah berdusta\”;
- Engkau wahai yang meninggal di medan jihad; tidaklah engkau keluar ke medan jihad melainkan agar orang-orang menyebutmu sebagai seorang pemberani.
- Engkau wahai yang menunutut ilmu agama, ilmu al Quran, membaca dan mengajarkannya; tidaklah engkau melakukannya melainkan agar orang-orang menyebutmu sebagai seorang alim dan qaari\’ (bagus bacaan al Qurannya).
- Engkau wahai yang banyak bersedekah; tidaklah engkau melakukannya melainkan agar engkau disebut sebagai seorang dermawan.
Kata Allah, \”Semua itu telah kalian dapatkan di dunia.\”. Kemudian Allah menyuruh agar melempar mereka ke dalam api neraka.
2. Orang yang melakukan ritual agama
tanpa ada tuntunan yang benar.
Syahadat yang kita ucapkan terangkai dari dua komponen yang tidak terpisah, yaitu;
1. Persaksian bahwa tiada Tuhan yang benar untuk disembah melainkan Allah sendirinya.
2. Persaksian bahwa Rasulullah Muhammad -shallallahu \’alaihi wa sallam- adalah utusan Allah.
Bila persaksian pertama diwujudkan dengan ikhlas dalam beribadah, maka persaksian yang kedua diwujudkan dengan mengikuti petunjuk Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- dalam beribadah. Keduanya adalah hal mutlak yang harus wujud agar ibadah seorang dinilai di sisi Allah.
Seorang yang melakukan sebuah ritual agama tanpa landasan dan tuntunan Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam-, maka sebesar apapun amalannya itu tidaklah bernilai di sisi Allah. Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- bersabda;
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
\”Barangsiapa mengada-adakan sebuah perkara ibadah tanpa ada tuntunannya dari kami, maka amalannya itu akanlah tertolak.\”. (HR. Bukhari, [7 /36]). Perkara agama yang diada-adakan itulah yang dinamakan bid\’ah. Dan Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam- mengingatkan ummatnya tentang perkara bid\’ah demikian;
إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
\”Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah al Quran, dan sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah -shallallahu \’alaihi wa sallam-. Adapun seburuk-buruk perkara adalah perkara (agama) yang diada-adakan. Dan seluruh perkara (agama) yang diada-adakan adalah bid\’ah. Dan setiap bid\’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan tempatnya adalah neraka.\”. (HR. Nasaa\’i, 3/189)
Olehnya,
wahai engkau yang gemar beribadah, perbaikilah niat dalam melaksanakannya.
Niat yang tulus akan mengantar anda tuk belajar.
Agar semangat tidaklah menjadi bumerang.
Ingatlah sebuah kaidah …
Seluruh ritual agama, jangan coba melakukannya …
hingga anda tahu dalil yang jelas dan benar
Jika anda ragu maka …
para ulama adalah tempat anda bertanya.
Mereka itulah para pewaris nabi …
Jangan kecilkan keberadaannya.