Makmum yang mendapati imam tengah ruku’ apakah dinilai telah mendapatkan satu rakaat ?.

Makmum yang mendapati imam tengah ruku’ apakah dinilai telah mendapatkan satu rakaat ?.

Jawab;

Pendapat yang lebih tepat berkenaan dengan masalah ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa orang tersebut telah dinilai mendapat rakaat tersebut.

Ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa orang itu tidak dinilai mendapat rakaat itu bersama imam. Diantara dalilnya adalah;

Hadits Abu Hurairah;

من أدرك الإمام في الركوع فليركع معه، وليعد تلك الركعة

“Barangsiapa mendapati imam tengah ruku’, maka hendaklah ia ruku’ bersamanya. Tetapi hendaklah ia mengulang rakaat tersebut.”.

لا صلاة إلا بفاتحة الكتاب

“Tidak ada shalat bagi seorang yang tidak membaca surah al fatihah.”.

Adapun pendapat pertama, maka diantara dalilnya adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang redaksinya;

من أدرك الركوع فقد أدرك الركعة

“Barangisiapa mendapati ruku, maka ia telah mendapati rakaat itu.”. (HR. Abu Daud)

Demikian juga hadits Abu Bakrah, yang ketika menemukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah ruku –ketika memimpin shalat berjama’ah-, maka Beliaupun ruku –agar mendapatkan rakaat tersebut- sambil berjalan masuk ke dalam shaf. Setelah shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya;

زادك الله حرصا، ولا تَعُد

“Semoga Allah menambah semangatmu (untuk selalu mendapati imam di rakaat pertama), namun jangan diulangi (ruku’ sebelum tiba di dalam shaf).”.

Zaid bin Wahab berkata;

دخلت أنا وابن مسعود المسجد، والإمام راكع فركعنا، ثم مضينا حتى استوينا بالصف فلما فرغ الإمام قمت أقضي. فقال لي ابن مسعود: قد أدركتَه

“Saya bersama Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah masuk ke sebuah masjid. Ketika itu, imam tengah ruku’, maka kami pun ikut ruku’. Ketika imam telah selesai, saya –Zaid bin Wahab- berdiri hendak mengganti rakaat awal saya ikut shalat tersebut. Ibnu Mas’ud berkata; (Tidak usah diganti) engkau telah mendapatkan rakaat tersebut.”.

Adapun hadits Abu Hurairah yang dijadikan sandaran oleh kelompok kedua, maka Imam Syaukani rahimahullah berkata menukil pernyataan al Haafidzh;

وهذا هو المعروف عن أبي هريرة موقوفا، وأما المرفوع فلا أصل له.

“Pernyataan itu adalah pernyataan Abu Hurairah dan bukan pernyataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Adapun hadits; “Tidak ada shalat bagi seorang yang tidak membaca surah al fatihah.”, maka hadits itu adalah hadits umum dikhususkan dengan hadits-hadits yang telah dibawakan tentang sahnya rakaat seorang yang mendapati imam dalam keadaan ruku’.

Sebagai kesimpulan, seorang yang mendapati imam tengah ruku, berarti telah mendapati rakaat tersebut bersama imam. Wallahu a’lam bi as shawaab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Kegiatan Perkuliahan
3 Maret 2026

Silakan menyimak lanjutan penjelasan mengenai “Dunia Islam di Masa Keemasan” melalui tautan YouTube ini.

Setelah menyimak materi tersebut, lakukan analisis dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab kebangkitan dunia Islam pada tiga masa keemasan tersebut?
  2. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dunia Islam pada masing-masing masa tersebut?

Untuk mempertajam analisis, silakan membaca kembali materi perkuliahan sebelumnya sebagai bahan pendukung.

Tuliskan hasil analisis Anda pada kolom komentar YouTube dari video yang telah disimak!
Jangan lupa mencantumkan inisial nama di bagian akhir komentar.