Besi adalah salah satu unsur yang paling akrab dengan kehidupan manusia. Dari paku kecil hingga jembatan raksasa, dari alat pertanian hingga kendaraan modern—semuanya bergantung pada besi.
Namun sedikit orang yang menyadari bahwa kisah besi sebenarnya dimulai jauh sebelum Bumi tercipta. Ia bukan sekadar logam yang kita gali dari dalam tanah. Besi adalah bagian dari kisah besar alam semesta.
Al-Qur’an mengisyaratkan hal ini dalam firman Allah:
لَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنٰتِ وَاَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتٰبَ وَالْمِيْزَانَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِۚ وَاَنْزَلْنَا الْحَدِيْدَ فِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِ
“Dan Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.” (QS. Al-Hadid: 25)
Jika kita menelusuri perjalanan kosmiknya, besi benar-benar memiliki kisah yang luar biasa panjang.
Perjalanan besi dimulai di tempat yang sangat jauh: di inti bintang-bintang raksasa. Bintang bukan sekadar bola cahaya di langit. Di dalamnya terjadi reaksi yang sangat dahsyat yang disebut fusi nuklir. Suhu di inti bintang dapat mencapai jutaan hingga miliaran derajat.
Di dalam “tungku kosmik” ini, unsur-unsur ringan perlahan berubah menjadi unsur yang lebih berat: hidrogen → helium → karbon → oksigen → silikon → besi.
Besi adalah titik akhir dari proses ini. Setelah unsur besi terbentuk dalam jumlah besar, bintang tidak lagi mampu mempertahankan keseimbangannya.
Ketika inti bintang dipenuhi besi, bintang tersebut runtuh akibat gravitasinya sendiri. Dalam sekejap, terjadi ledakan kosmik yang sangat dahsyat yang dikenal sebagai supernova. Ledakan ini begitu terang sehingga dapat menerangi seluruh galaksi.
Pada saat itulah unsur-unsur berat—termasuk besi—terlempar ke seluruh penjuru ruang angkasa dalam bentuk awan debu kosmik. Debu-debu ini kemudian mengembara di ruang hampa selama jutaan bahkan miliaran tahun.
Sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, sebagian dari debu kosmik tersebut mulai berkumpul karena tarikan gravitasi. Awan gas dan debu ini berputar dan perlahan membentuk Matahari dan planet-planet, termasuk Bumi.
Dengan kata lain, sebagian unsur besi yang ada di Bumi berasal dari materi debu kosmik hasil ledakan bintang generasi sebelumnya.
Pada masa awal pembentukannya, Bumi masih berupa bola panas yang dipenuhi magma cair. Selain itu, Bumi juga sering dihantam oleh meteor dan asteroid yang membawa berbagai unsur logam.
Karena Bumi purba masih sangat panas dan cair, unsur-unsur yang lebih berat perlahan tenggelam ke pusat planet. Besi dan nikel—dua logam yang sangat berat—turun menuju bagian terdalam Bumi dan membentuk inti Bumi yang sangat panas dan padat.
Inti besi ini kemudian menghasilkan medan magnet Bumi, yang berfungsi sebagai perisai alami yang melindungi planet kita dari radiasi berbahaya dari luar angkasa. Tanpa medan magnet ini, kehidupan di Bumi mungkin tidak akan bertahan.
Walaupun sebagian besar besi berada di inti Bumi, sebagian lainnya tetap tersimpan di lapisan kerak Bumi. Proses geologi selama miliaran tahun—seperti aktivitas gunung berapi, pergerakan lempeng tektonik, dan berbagai perubahan geologi—membentuk endapan bijih besi seperti hematit dan magnetit. Dari sinilah manusia kemudian menambang besi.
Sejak ribuan tahun yang lalu, manusia mulai mengenal dan memanfaatkan besi. Besi kemudian diolah menjadi baja dan menjadi fondasi berbagai teknologi dan pembangunan peradaban manusia:
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perkembangan peradaban manusia sangat erat dengan pemanfaatan besi.
Penutup: Logam yang Menempuh Perjalanan Kosmik
Jika kita memegang sepotong besi hari ini, sebenarnya kita sedang memegang sesuatu yang memiliki sejarah kosmik yang sangat panjang. Besi yang kita gunakan hari ini:
Dengan demikian, besi yang kita gunakan sehari-hari sebenarnya adalah warisan dari bintang-bintang yang telah lama mati, berasal dari langit, “Dan Kami menurunkan besi”. Dan pada logam sederhana inilah Allah menyebutkan adanya “kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.”
________
Link:
https://cosmicopia.gsfc.nasa.gov/nucleo.html , Nucleosynthesis, Artikel edukasi dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard (GSFC) NASA ini menjelaskan secara rinci proses Nukleosintesis (pembentukan elemen baru). Artikel ini mengklarifikasi bagaimana bintang secara bertahap mengubah hidrogen menjadi elemen yang lebih berat hingga mencapai titik puncak pada besi dan nikel. Bintang kemudian meledak (supernova) dan menyebarkan material tersebut.
https://imagine.gsfc.nasa.gov/educators/programs/bigexplosions/activities/ElementsAndYou.pdf , Elements and You, dokumen edukasi sains resmi dari NASA yang menjelaskan bahwa tata surya kita terbentuk dari sisa-sisa debu bintang generasi sebelumnya. Di paragraf akhirnya ditegaskan bahwa planet kita dan elemen di dalamnya (termasuk besi) secara harfiah berasal dari debu ledakan bintang raksasa yang menyebar di ruang angkasa.
Silakan menyimak lanjutan penjelasan mengenai “Dunia Islam di Masa Keemasan” melalui tautan YouTube ini.
Setelah menyimak materi tersebut, lakukan analisis dengan menjawab pertanyaan berikut:
Untuk mempertajam analisis, silakan membaca kembali materi perkuliahan sebelumnya sebagai bahan pendukung.
Tuliskan hasil analisis Anda pada kolom komentar YouTube dari video yang telah disimak!
Jangan lupa mencantumkan inisial nama di bagian akhir komentar.