Akhlak Penuntut Ilmu

Akhlak Penuntut Ilmu

Esensi Adab dalam Syariat Islam

Akhlak dalam Islam adalah hal yang sangat urgen, bahkan merupakan inti dalam syariat yang mulia ini. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إنَّمَا بُعَثتُ لأتَمَّمَ صَالِحِي الأخلاق
“Sesungguhnya saya diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(Hadis Riwayat Bukhari, dalam “Al-Adab Al-Mufrad”, 1/61)

Membuktikan bahwa akhlak adalah asas dalam syariat ini dapat dilihat dari kelima rukun yang membangunnya. Muara akhir dari kelima rukun tersebut adalah membentuk generasi yang berakhlak mulia:

Rukun Islam ke-1: Syahadat

Tujuan pokok dari rukun ini adalah membentuk generasi yang berakhlak kepada Rabb-nya dan kepada Rasul-Nya, di mana akhlak kepada keduanya merupakan hal pokok dan syarat pertama diterimanya seluruh amal ibadah seorang hamba. Akhlak kepada Allah diwujudkan dengan tidak menyembah melainkan hanya kepada-Nya saja. Akhlak kepada Rasulullah diwujudkan dengan meneladani beliau dalam segenap aspek kehidupan.

Rukun Islam ke-2: Mendirikan Shalat

Tujuan dari syariat ini tertuang dalam firman Allah:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu akan mencegah seorang dari perbuatan keji dan mungkar.”
(Al-Qur’an Surah Al-Ankabut: 45)

Rukun Islam ke-3: Mengeluarkan Zakat

Tujuan dari syariat ini adalah:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah dari sebagian harta mereka sedekah (zakat) yang akan membersihkan harta mereka itu dari kotoran-kotorannya dan akan menyucikan hati kalian dari berbagai sifat tercela…”
(Al-Qur’an Surah At-Taubah: 103)

Rukun Islam ke-4: Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tujuan utamanya adalah agar hamba meraih ketakwaan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai sekalian orang-orang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan hal itu kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(Al-Qur’an Surah Al-Baqarah: 183)

Rasulullah bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan-perkataan kotor dan tindakan-tindakan yang tidak terpuji pada saat berpuasa, maka Allah tidaklah butuh terhadap puasa yang dilakukannya itu.”
(Hadis Riwayat Abu Daud, 2/279)

Rukun Islam ke-5: Berhaji ke Baitullah

Syariat ini juga melatih akhlak:

فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
“…maka tidak boleh berkata-kata kotor, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.”
(Al-Qur’an Surah Al-Baqarah: 197)

Kedudukan Akhlak dan Ilmu

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembinaan akhlak dalam Islam adalah prioritas utama. Akhlak yang mulia mencakup hubungan vertikal kepada Allah maupun horizontal kepada sesama makhluk. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Aku mengutusmu wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(Al-Qur’an Surah Al-Anbiya: 107)

Allah Azza wa Jalla juga menjadikan Rasul-Nya berhias dengan akhlak yang sangat agung:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya Engkau wahai Muhammad sungguh memiliki akhlak yang mulia.”
(Al-Qur’an Surah Al-Qalam: 4)

Ketika Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ditanya tentang akhlak beliau, ia menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
“Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.”
(Hadis Riwayat Ahmad, 41/148)

Resep utama agar akhlak menjadi baik adalah ilmu dan pemahaman terhadap syariat agama. Rasulullah bersabda:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, niscaya Ia akan memahamkannya terhadap agama ini.”
(Hadis Riwayat Bukhari, 1/75)

Ilmu dan akhlak akan senantiasa berjalan beriringan; semakin mulia akhlak seseorang, maka semakin baik pula pemahamannya. Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata:

كانوا يطلبون الأدب ثم العلم
“Telah menjadi tradisi para ulama terdahulu, sebelum mereka belajar ilmu, terlebih dahulu mereka belajar akhlak.”

Adab Menuntut Ilmu

Untuk mendapatkan ilmu yang berkah, seorang penuntut ilmu wajib memperhatikan dan menjalankan beberapa adab berikut:

Scroll to Top

Kegiatan Perkuliahan
3 Maret 2026

Silakan menyimak lanjutan penjelasan mengenai “Dunia Islam di Masa Keemasan” melalui tautan YouTube ini.

Setelah menyimak materi tersebut, lakukan analisis dengan menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab kebangkitan dunia Islam pada tiga masa keemasan tersebut?
  2. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dunia Islam pada masing-masing masa tersebut?

Untuk mempertajam analisis, silakan membaca kembali materi perkuliahan sebelumnya sebagai bahan pendukung.

Tuliskan hasil analisis Anda pada kolom komentar YouTube dari video yang telah disimak!
Jangan lupa mencantumkan inisial nama di bagian akhir komentar.